Kali ini saya akan membahas tentang memahami
potensi dalam diri melalui metode pembelajaran dan memahami pancasila yang saya
dapatkan di kelas Pendidikan Karakter dan Budi Pekerti Jumat kemarin oleh Mas
Seta Nugraha.
Memahami potensi dalam diri
Kemampuan saya seperti apa ya? Benarkah saya memang
punya potensi masuk di bidang ini? Mungkin banyak di antara kita yang hingga
kini bertanya-tanya dan belum bisa membaca potensi diri. Jika jawabannya
"ya", tak perlu cemas. Tak ada kata terlambat untuk membaca potensi
diri. Dan jika potensi diri itu terasa begitu abstrak bahkan nyaris tak terdeteksi,
jangan berkecil hati dulu. Percayalah, setiap makhluk diciptakan dengan
potensinya masing-masing. Kali ini saya akan membahas memahami potensi
dalam diri melalui metode pembelajaran Visualization, Auditory, Kinestetik
(VAK). Apa itu metode
pembelajaran VAK? Metode pembelajaran ini
menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga
hal ini di antaranya :

- Visualization : Belajar dengan mengamati
dan menggambarkan. Visualization bermakna bahwa belajar harus menggunakan indra
mata melalui mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, membaca, menggunakan
media & alat peraga.
- Auditory : Belajar dengan berbicara dan
mendengar. Auditory bermakna bahwa belajar haruslah mendengarkan, menyimak,
berbicara, presentasi, memberikan pendapat, gagasan, menanggapi dan
beragumentasi.
- Kinesthetic : Belajar dengan bergerak dan
berbuat. Kinestetic bermakna gerakan tubuh (hands-on, aktivitas fisik), belajar
itu haruslah mengalami dan melakukan.
Model pembelajaran ini menganggap bahwa manfaatkanlah
potensi yang telah dimilikinya dengan
melatih dan mengembangkannya.
Memahami Pancasila
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Apakah kalian tahu pancasila
asalnya darimana? Apakah dari sidang BPUPKI? Ternyata Pancasila sudah tumbuh
dan berkembang di sunda sebelum 0 masehi. Pancasila adalah hal yang paling
lengkap yang dimiliki oleh Indonesia. Ada 3 aspek yang dimiliki pancasila yaitu
input-proses-output.
Lalu,apa yang dimaksud
input-proses-output?
- Input -> terdiri atas sila pertama dan kedua
Sila pertama berbunyi “ Ketuhanan yang Maha
Esa “ dan sila kedua berbunyi “ Kemanusiaan yang adil dan beradab “ . Bahwa
orang indonesia memiliki kompetensi dasar vertikal dan horisontal. Maksudnya jika
kita orang Indonesia kita tidak akan menyakiti orang lain karena kompetensinya
adalah vertikal dan horisontal, mempunyai Tuhan dan punya kasih terhadap sesama.
- Proses -> terdiri atas sila ketiga dan keempat
Sila ketiga berbunyi “ Persatuan Indonesia
“ dan sila keempat berbunyi “ Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyarawatan perwakilan “. Bahwa kita harus bekerja
sama/team work karena bangsa Indonesia adalah makhluk sosial yang tiak bisa
hidup secara individual.
- Output -> terdiri atas sila kelima
Yang berbunyi “ Keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia “ bahwa Indonesia tidak mengenal keadilan ekonomi yang
dibutuhkan pengakuan status sosialnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar